Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan » Berita » Tiap Tahun Maulid, Tetap Berbohong!

Tiap Tahun Maulid, Tetap Berbohong!

“Saya heran, setiap tahun merayakan maulid nabi, tapi ummatnya paling banyak yang berbohong. Padahal nabi Muhammad SAW adalah manusia yang paling jujur!” Ungkap Prof. Dr. Hamdan Juhannis ketika memberikan Hikmah Maulid di Kantor Inspektorat Prov. Sulsel.

Hamdan mengemukakan sebuah joke bahwa pernah diadakan sebuah survey tentang cara makan penumpang di pesawat udara, yang terdiri dari orang Amerika Serikat, Jepang, Rusia dan Indonesia.

“Orang Amerika setelah selesai makan, maka sendok dan garpunya diletakkan sejajar di atas piring dengan menghadap ke atas. Orang Rusia lain lagi, mereka akan meletakkan sendok dan garpu seperti orang Amerika, tapi dalam kondisi menghadap ke bawah”, cerita Hamdan.

“Kalau orang Jepang, mereka meletakkan sendok dan garpu di samping piring dalam keadaan menghadap ke atas. Sementara orang Indonesia akan mengantongi sendoknya untuk dibawa pulang.” pungkas Hamdan, yang disambut ketawa berjama’ah dari para peserta acara maulid.

Menurut Hamdan, kalau orang Indonesia itu pembohong, maka tentu orang Islam adalah pembohong karena mereka yang mayoritas di Indonesia, “Padahal tiap tahun merayakan maulid”, Hamdan mengemukakan keheranannya.

“Olehnya itu, perayaan maulid hendaknya menjadi ajang refleksi bagi kita semua untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah, termasuk sifat jujur. Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan manusia paling jujur!” tegas Hamdan.

Guru besar UIN Makassar ini juga mengingatkan bahwa untuk menjadi aparatur yang jujur, bersih dan terpercaya, maka “hindarilah sifat sombong, baik itu kesombongan intelektual, kesombongan sosial, dan kesombongan keagamaan.”

“Untuk menjaga diri agar terhindar dari kesombongan, maka perlu digalakkan silatuurahim sebagai medium untuk saling mengingatkan. Disamping itu, tentu introspeksi diri merupakan hal yang tidak boleh dilupakan”, pungkas Hamdan.

258 Total kunjungan 1 Kunjungan hari ini

Written by

Filed under: Berita

Leave a Reply

*