Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan » Berita » Inspektur Sulsel: Sewa Gedung CCC Bertatus Retribusi

Inspektur Sulsel: Sewa Gedung CCC Bertatus Retribusi

INSPEKTORATSULSEL.ID – Kepala Inspektorat Sulsel Lutfie Natsir menyebutkan uang yang dikelola oleh UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan Prov Sulsel adalah retribusi atas pemakaian barang milik daerah.

“Dana ini masuk ke kas daerah Pemprov Sulsel, melalui pemakaian aset atau barang milik daerah yang dalam hal ini pemakaian gedung serba guna Celebes Convention Center,” ujar Lutfie, Kamis (28/12)

Hanya saja, Lutfi menegaskan pihaknya belum bisa memastikan apakah dana yang disita pihak kepolisian untuk kepentingan pribadi Nur ataukah ada masalah teknis sehingga dana itu belum di setor ke kas daerah.

“Kita mau telusuri lebih dalam dulu, ini harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian,” kata Mantan Biro Hukum Pemprov Sulsel ini.

Pasca OTT, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani melakukan keterangan pers mengenai kronologi penangkapan pejabat Pemprov Sulsel ini.

Dicky mengatakan aroma tindak pidana korupsi ini tercium diawal bulan desember 2017.

Dimana Subdit 3 Tipikor menerima informasi tentang terjadinya dugaan tindak pidana korupsi di UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan Dinas Perdagangan Provini Sulsel Jl Manunggal XXII, Maccini Sombala, Makasssar.

Dari hasil penyidikan, proses penyewaan gedung CCC (Celebes Convention Centre) tidak di setor ke Kas Daerah.

Selain itu, Nur Asikin juga kerap diduga melakukan pemotongan kontrak penyewaan gedung serba guna CCC di Jl Tanjung Bunga Makassar sebesar 65 persen dari nilai kontrak.

Lanjut Dicky, setelah informasi tersebut sampai ke Subdit 3 Tipikor. Pihaknya melakukan pemantauan atas kegiatan penyelewengan tersebut.

Dari hasil pengawasan, digelarlah Operasi Tangkap Tangan di kantor UPTD UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel dan ditemukan barang bukti berupa uang sebesar Rp 350 juta di ruangan kepala UPTD dan di ruangan staf sebesar Rp 83,6 Juta

“Adapun total barang bukti yang disita diantaranya uang sebesar Rp 433.600.000. Selain itu, ada juga dokumen berupa : Buku rekening Nur Asikin,Dokumen penyewaan CCC, Dokumen seteron sewa, Dokumen SPK atas barang bukti uang tersebut dilakukan penyitaan,” kata Dicky.

Tak hanya Nur Azikin, Malik Arif (Kotraktor Pelaksana) yang diduga selaku pihak yang memberikan uang ke Nur juga ikut di tangkap. Keduanya pun langsung digiring ke kantor Dit Reskrimsus Polda Sulsel.

Adapun sanksi pidana yang akan diberikan oleh Nur Asikin dan Malik Arief yakni Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf d Subs. Pasal 13 UU No. 31 1999 Jo. UU No. 20 tahun 2001 tentang Tipikor, serta Pasal 12 huruf a atau b subs. Pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 Jo. UU No. 20 tahun 2001 tentang Tipikor.

Sumber: TribunTimur

144 Total kunjungan 1 Kunjungan hari ini

Written by

Filed under: Berita

Leave a Reply

*