Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan » Berita » Ini Ancaman Inspektorat Sulsel Soal Pejabat Pemprov Sulsel Terjaring OTT

Ini Ancaman Inspektorat Sulsel Soal Pejabat Pemprov Sulsel Terjaring OTT

INSPEKTORATSULSEL.ID – Kabar tak sedap datang disaat para pejabat teras Pemprov Sulsel, termasuk Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ramai-ramai mengunjungi kabupaten Toraja Utara dalam rangka Lovely Desember 2017.

Kabar itu yakni tertangkapnya Seorang pejabat eselon III di unit kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Pemprov Sulsel melalui operasi tangkap tangan(OTT) Direskrimsus Polda Sulsel.

Pejabat yang dimaksud adalah Kepala UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan Dinas Perdagangan Prov Sulsel Nur Asikin, serta Malik Arif yang berstatus sebagai kontraktor.

Kepala Inspektorat Sulsel Lutfie Natsir mengaku sangat menyayangkan kejadian yang menimpa salah satu aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Sulsel.

Selain itu, ia pun menyebutkan akan melakukan penelusuran sejauh mana pelanggaran yang dilakukan oleh Nur Asikin.

Ia menyebutkan di jajaran Pemprov Sulsel, para pegawai akan mendapatkan bantuan hukum saat tertimpa masalah yang berhubungan dengan hukum, namun itu hanya berlaku disaat status hukum pegawai ini masih dalam penyelidikan bukan penyidikan.

Terkait dengan kasus yang dialami pleh Nur Asikin, itu kata Lutfie tidak ditolelir lagi atau tidak mendapatkan bantuan hukum. Pasalnya, kasus OTT ini sudah masuk dalam tahap penyidikan.

Kendati demikian, Lutfie belum mengambil tindakan apakah Nur Asikin dipecat atau dinonjob mengenai kasus yang dialami, sebelum ada hasil dari penelusuran yang akan dilakukan dalam waktu segera mungkin.

“Kita masih pakai azas praduga tak bersalah, kita mau perjelas dulu status hukumnya,” ujar Lutfie saat dikonfirmasi via telepon.

Lutfi melanjutkan jika Nur Asikin sudah mendapat vonis dari hakim secara incrah dari hakim pengadilan Tipikor, itu sudah wajib hukumnya mendapatkan sanksi.

Kabar Buruk Gubernur Syahrul YL
Inilah salah satu catatan buruk di masa akhir pemerintahan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

“Kita masih pakai azas praduga tak bersalah, kita mau perjelas dulu status hukumnya,” ujar Lutfie saat dikonfirmasi via telepon.

Lutfi melanjutkan jika Nur Asikin sudah mendapat vonis dari hakim secara incrah dari hakim pengadilan Tipikor, itu sudah wajib hukumnya mendapatkan sanksi.

Kabar Buruk Gubernur Syahrul YL
Inilah salah satu catatan buruk di masa akhir pemerintahan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Anak buahnya ditangkap tangan oleh polisi saat menerima suap dari kontraktor.

Polda Sulsel merilis hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di gedung Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kamis (28/12/2017) sore.

OTT melibatkan pejabat Dinas Perdagangan Sulsel. Adapun uang yang disita senilai Rp 433,6 Juta
Tim Krimsus Polda Sulsel menangkap seorang kepala UPTD Balai Pelayanan Logistik Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel NZ (50) dan seorang kontraktor MZ (53) saat berada di ruang kerjanya.

Keduanya terjaring operasi tangkap tangan oleh tim Subdit 3 Tipikor Polda Sulsel.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan penangkapan ini terkait dugaan penyewaan gedung Celebes Convention Center yang tak disetorkan ke kas daerah.

“Kami tangkap dia pagi tadi, terkait penyewaan gedung CCC yang hasilnya tak disetorkan ke kas daerah,” kata Kombes Dicky di kantornya, Kamis (28/12/2017).

Dicky menambahkan, pelaku juga terlibat dalam kasus dugaan korupsi APBD 2017, dengan setiap pembayaran dari nilai kontrak ditunjuk langsung dilakukan pemotongan sebesar 65 persen dari nilai kontrak.

“Dia juga terlibat dalam dugaan pemotongan penggunaan anggaran APBD 2017 di beberapa kegiatan penunjukan langsung dipotong hingga 65 persen dari nilai kontrak,” jelas Dicky.

Dalam OTT tersebut, polisi mengamankan Rp 433.600.000. Sebesar Rp 350 juta diamankan dari ruangan kepala UTPD dan Rp 83.600.000 di ruangan stafnya.

Juga diamankan sejumlah dokumen dan buku di kantor UPTD Dinas Perdagangan Sulsel di CCC, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar.

“Kami amankan uangnya di kantor kepala UPTD dan sisanya di ruangan stafnya,” tutup Dicky.

Kini pelaku dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a huruf b sub-Pasal 12 UU No 31 juncto UU Tipikor dengan ancaman hukuman lebih dari 4 tahun penjara.

Hingga berita ini ditulis, tribun-timur.com masih berusaha melakukan konfirmasi kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengenai perilaku koruptif bawahannya.

Pemerintahan bersih selama ini salah satu tema yang kerap dikampanyekan Gubernur Syahrul Yasin Limpo tiap pidato. Gubernur SYL dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang akan mengakhiri satu dekade memimpin Sulsel, 8 April 2018 tahun depan.

Sumber: TribunTimur

181 Total kunjungan 1 Kunjungan hari ini

Written by

Filed under: Berita

Leave a Reply

*